Bahtera Hijau Lestari

Sumber Energi Alternatif Terbarukan

Pengembangan bioenergi atau bahan bakar nabati sebagai sumber energi alternatif sangat strategis untuk mengatasi permasalahan yang ada. Langkah nyata pemerintah Indonesia dalam pengembangan bahan bakar nabati adalah dengan diterbitkannya Instruksi Presiden No.1 Tahun 2006 tertanggal 25 Januari 2006 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (Biofuel) sebagai Bahan Bakar Lain. Secara umum biofuel dapat dikategorikan menjadi empat jenis bahan bakar, yaitu biodiesel, bioetanol, bio oil, dan Pure Plant Oil (PPO).

 

Indonesia sebagai negara agraris mempunyai potensi bahan baku yang sangat besar untuk menghasilkan biodiesel, bioetanol serta PPO. Beberapa jenis minyak nabati seperti minyak kelapa sawit, kelapa, dan jarak pagar serta minyak nabati lainnya bisa dijadikan bahan baku biodiesel pengganti solar. Sedangkan bahan-bahan yang mengandung karbohidrat seperti tebu, jagung, singkong, ubi serta sagu atau bahan yang mengandung gula dan pati lainnya bisa dijadikan bahan baku bioetanol. Bio oil dapat memanfaatkan biomassa yang jumlahnya melimpah di Indonesia seperti limbah pertanian.

 

More Detail

Minyak Kemiri Reutealis Trisperma

Produk turunan minyak Kemiri Reutealis Trisperma banyak digunakan sebagai bahan baku berbagai industri cat, pernis, sabun, linoleum, minyak kain, resin, kulit sintetis, pelumas, kampas, dan campuran pada pembersih/pengkilap, pelindung kontainer makanan dan obat-obatan, melapisi/melindungi permukaan kawat dan logam lain seperti pada radio, radar, telepon, dan perlengkapan telegraf.

 

More Detail

Kemiri Reutealis Trisperma

Tanaman Kemiri Reutealis Trisperma dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik sampai ketinggian 1000 m di atas permukaan laut. Tinggi tanamannya dapat mencapai 15 meter atau lebih, dengan kanopi rapat dan lebar dan diameter batang lebih dari 60 cm serta dapat mencapai umur 75 tahun dan masih produktif. Kondisi iklim yang optimal untuk pertumbuhannya adalah pada suhu 18,7-26,2 C dan pH 5,4-7,1. Tanaman ini banyak tumbuh secara alami di Jawa Barat. Potensi produksi biji tanaman Kemiri Reutealis Trisperma umur > 10 tahun, dapat mencapai 250 kg biji/pohon/tahun, bahkan lebih besar lagi (300-400 kg/pohon/tahun). Apabila populasi tanaman 100 pohon/ha, dengan rata-rata produksi 250 kg biji/pohon/tahun, maka akan diperoleh 25 ton biji, setara dengan 9.805 liter Minyak Kasar Kemiri Reutealis Trisperma (MKKRT) ditambah 8.695 kg Bungkil Kemiri Reutealis Trisperma (BKRT) yang dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat briket, biogas, pupuk, dan pakan ternak.

 

More Detail

Potensi Reutealis Trisperma

Tanaman Kemiri Reutealis Trisperma selama ini lebih dikenal sebagai tanaman peneduh yang tumbuh alami tanpa pemeliharaan. Oleh sebab itu, informasi tentang tanaman ini masih terbatas. Namun demikian, dengan adanya krisis energi pada waktu belakangan ini,telah mendorong beberapa pihak tertarik mencari sumber-umber energi alternatif terbarukan.

 

More Detail

Mengenai Kemiri Reutealis Trisperma

Kemiri Reutealis Trisperma merupakan tumbuhan asli dari Philipina, namun saat ini banyak tumbuh secara alami di Jawa Barat (Duke, 1983). Perakarannya yang tunggang mampu mencegah tanah longsor. Kemiri Tumbuh sebagai tegakan, tinggi dapat mencapai 15 meter atau lebih, kanopi yang cukup rapat dan lebar, serta hidup sampai usia diatas 75 tahun.

More Detail

Mengenai BHLI

PT Bahtera Hijau Lestari Indonesia (BHLI), adalah Perusahaan yang bergerak dalam bidang agrobisnis terutama dalam bidang Penanaman Perkebunan Kemiri Minyak. BHLI dibentuk khusus dalam bidang penghijauan dan penyediaan energi alternatif terbarukan (Biorenewable Energy). Sejak tahun 2006, BHLI group telah melakukan investasi dan penelitian yang mengkhususkan diri untuk tanaman Kemiri(Reutealis Trisperma).

More Detail

Pencapaian BHLI

Bekerjasama dengan :

  • Balitri (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri)
  • Departemen Pertanian Departemen Kehutanan (Balai Penelitian Kehutanan – Forestry Research Institute)
  • Gapoktan
  • SVD ( Societas Verbi Divini) - Timor

 

More Detail